• About
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact

CACAPEDIA

CACAPEDIA Blog Seputar Berita, Tips, Perawatan, Pencegahan, Gaya Hidup, Sosial dan Dunia Kesehatan

  • DROPDOWN MENU
  • Tugas Blok SAC
  • Tips Kesehatan
  • Kesehatan
    • Berita Kesehatan
    • Perawatan
    • Pencegahan
    • Penyakit
    • Obat
  • Hidup sehat
    • Gaya Hidup
    • Makanan Sehat
    • Olahraga
Home » Tips Kesehatan » Cara Tepat Agar Luka Tidak Menjadi Infeksi

Cara Tepat Agar Luka Tidak Menjadi Infeksi

Posted by CACAPEDIA on Sabtu, 28 Mei 2016
Label: Tips Kesehatan


Luka adalah suatu insiden pada kulit yang menyebabkan terjadinya robek atau lecet akibat dari adanya kontak dengan benda-benda tertentu yang bersifat tajam sehingga selain mengakibatkan cedera juga dapat menimbulkan pendarahan. Adapun luka akibat adanya kontak dengan benda-benda yang sifatnya tumpul tidak selalu menimbulkan lecet atau robekan atau yang disebut dengan luka memar.
Luka-luka tersebut sejatinya harus segera di tangani, sebab jika tidak segera di atasi bakteri-bakteri pencetus infeksi sudah siap menyerang pada luka yang anda derita. Infeksi dapat terjadi akibat dari kurang bersihnya kondisi luka tersebut seperti masih terdapatnya benda asing yang tertinggal didalam luka atau mikroba yang masuk sebagai aktor utama dari rusaknya sel atau jaringan.
Jika luka sudah terinfeksi maka ia akan mengeluarkan cairan berwarna kuning,putih dan hijau (nanah) yang seringkali dibarengi dengan darah kental, hal ini jangan lantas membuat anda kaget karena ini merupakan bentuk dari pertahanan tubuh. Nanah ini merupakan jelmaan daripada sel darah putih yang telah mati saat melakukan pertahanan tubuh terhadap luka.
Berikut ini beberapa cara yang dilakukan agar luka tidak sampai menjadi infeksi
-Bersihkan luka dari segala jenis kotoran maupun kulit yang terkelupas atau terkoyak. Jika luka kotor, bersihkan dengan sabun lunak (soda rendah) dan bilas dengan air mengalir. Setelah bersih, bubuhi antisepsis (penyuci hama), sekurang-kurangnya alkohol 70 persen (bukan 96 persen), lalu tutup. Jangan terlalu rapat, berikan celah agar udara masih bisa mengalir memapari luka.
- Jika luka cukup dalam, setelah dibersihkan, luka dibasuh dengan cairan peroksida (bisa dibeli bebas di apotek). Tujuannya untuk meniadakan kalau-kalau ada kuman tetanus yang sudah telanjur ikut memasuki luka. Cairan berbusa ini membentuk zat asam di dalam luka, dan menimbulkan suasana yang tidak disukai kuman tetanus.
- Luka yang tak memerlukan jahitan ditutup dengan kasa steril setelah dibubuhi antisepsis. Jangan melapisi luka dengan kapas, sebab kapas melekat pada luka, dan jaringan kulit muda yang akan terbentuk bisa lengket ketika kapas diangkat. Akibatnya, luka tak kunjung pulih.
- Jika luka sedikit menganga, usahakan merapatkannya agar kedua belahan luka menyatu, sehingga memudahkan penyembuhan. Setelah dibalut, upayakan agar luka tidak tersentuh air mandi atau air apa pun selama beberapa hari. Ganti pembalut luka setiap habis mandi. Bubuhi lagi cairan antisepsis.
- Jika luka masih basah dan tampak cairan kuning, kemungkinan luka terinfeksi. Kalau sudah demikian, tak cukup membubuhinya dengan antisepsis. Tambahkan salep atau krim antibiotika. Jika tidak, luka akan berubah menjadi borok. Borok selain menambah lama penyembuhan, luka akan menyisakan bekas atau parut pada kulit.
- Luka kecil dan tidak dalam yang terjadi tidak di tempat yang kotor, tidak memerlukan suntikan tetanus. Hanya luka dalam yang terjadi di jalan atau tanah kotor yang memerlukan suntikan tetanus. Ada dua jenis suntikan, yakni jenis serum dan jenis toksoid. Jika sudah pernah mendapat suntikan tetanus beberapa tahun berselang, cukup diberi serum ATS. Jika belum pernah disuntik tetanus, selain ATS diberikan toksoid tetanus untuk membentuk zat anti-tetanus. Dokter akan mempertimbangkan apa yang perlu dilakukan terhadap suatu luka.
Bila luka dirawat dengan benar, maka dalam beberapa hari akan mengering, merapat, tidak basah, tidak meradang, dan tak nyeri. Sementara luka yang terganggu penyembuhannya akan tetap basah, bengkak, dan nyeri yang menandakan luka terinfeksi.
Luka yang ditutup secara ketat dan rapat akan mengganggu proses penyembuhan. Luka akan tetap basah dan jaringan tunas kulit tidak terbentuk, sehingga luka jadi lama mengering. Selain itu, menutupi luka rapat-rapat berisiko tercemar kuman tetanus yang ada di alam bebas. Terlebih luka di tungkai atau kaki. Spora tetanus bertebaran di permukaan tanah, di mana-mana.
Jika telanjur terinfeksi, luka biasanya menjadi basah berair, bernanah. Sebaiknya tidak ditutup, tidak pula diberikan salep atau krim, melainkan dikompres rivanol (bisa dibeli bebas di apotik) selama beberapa hari. Ganti kompres setiap kali kompres sudah mengering. Salep atau krim antibiotika baru dibubuhkan jika luka sudah kering betul. Luka basah yang diberi salep atau krim akan sukar menyembuh. Begitu juga luka yang sudah kering, tidak boleh dikompres.


Unknown

Author: Unknown

Cacapedia Blog adalah blog yang berisi informasi tentang dunia kesehatan mulai dari isi tugas kuliah, info Kesehatan, berita kesehatan, tips kesehatan dan lainnya.

0 Response to "Cara Tepat Agar Luka Tidak Menjadi Infeksi"

← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Entri Populer

  • PERAN PERAWAT DALAM PENERAPAN PATIENT SAFETY DI RUMAH SAKIT ANTARA REALITAS DAN IDEALITAS
  • UPAYA PENCEGAHAN INJURY
  • Cara Tepat Agar Luka Tidak Menjadi Infeksi
  • PERAN PERAWAT DALAM PENCEGAHAN INOS (INFEKSI NOSOKOMIAL)
  • Cara Mudah Agar Anak Kecil Terbiasa Menggosok Gigi
  • Langkah Mudah Hindari Stress Pada Diri Sendiri
  • IMUNISASI
  • Cara Sederhana Atasi Luka Bakar Pada Tubuh
  • 6 Kebiasaan Buruk Orang Tua Saat Memberikan Makanan Pada Anak
  • Cara Mudah Atasi Gangguan Susah Tidur Tanpa Minum Obat Tidur

TERBARU

FOLLOW ME

Social Media Sharing by CB Bloggerz

Arsip Blog

  • ▼  2016 (11)
    • ►  Juni (4)
    • ▼  Mei (7)
      • Cara Mudah Agar Anak Kecil Terbiasa Menggosok Gigi
      • Langkah Mudah Hindari Stress Pada Diri Sendiri
      • Cara Mudah Atasi Gangguan Susah Tidur Tanpa Minum ...
      • Cara Sederhana Atasi Luka Bakar Pada Tubuh
      • Cara Tepat Agar Luka Tidak Menjadi Infeksi
      • P3K Pada Bayi Yang Tersedak
      • 6 Kebiasaan Buruk Orang Tua Saat Memberikan Makana...

AYO GABUNG

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright 2016 CACAPEDIA. All Rights Reserved. Template by CB Blogger. Original Theme by Mas Sugeng. Powered by Blogger